Aku Vs Rasa Takutku

Suatu ketika, seorang dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat pernah berujar begini :

“Skripsi itu menyelesaikannya dua bulan. Malasnya yang dua tahun.”

Mungkin ukuran dua bulan dan dua tahun itu bisa tentatif pada orang yang berbeda. Tapi intinya adalah, yang membuatku lama menyelesaikan skripsi hanya rasa ‘malas’. Tentu saja kata ‘malas’ hanya konotasi yang kupakai untuk meringkas berbagai hambatan mental dan teknis yang menghalauku dari skripsi.

Lama aku memikirkan apa pangkal dari segala rasa malas ini. Mengapa disaat seharusnya skripsi menjadi satu-satunya hal yang harus dikerjakan, aku malah selalu mencari-cari alasan untuk mengerjakan yang lain, dan kenapa selalu ada saja hal lain yang dapat dikerjakan selain skripsi?

Akhirnya kutemukan jawabannya : aku takut tamat.

Aku takut meninggalkan kampus.

Aku takut takut menghadapi apa yang seharusnya aku hadapi setelah meninggalkan kampus.

Aku takut menghadapi kenyataan bahwa aku tidak siap, dan memang tidak akan pernah siap akan kehidupan pasca kampus.

Aku takut menggadaikan cita-cita dan idealisme-idealismeku untuk sebuah pekerjaan monoton di bilik kantor, dan aku tak terima bahwa cepat atau lambat, aku tetap saja akan menyongsong karier seperti itu, mau tidak mau, sebab aku harus memenuhi kebutuhan hidupku di masa mendatang.

Dan semua rasa takut itu menjelma menjadi hari-hari pelarian diantara hari itu dan hari wisudaku, juga menjadi setiap aktivitas yang kulakukan di hari-hari itu dalam kedok ‘upaya mempercantik ‘CV’.

Aku tak ubahnya karakter Brook dalam film Shawshank Redemption, dan kampus ini adalah penjaraku. Begitu lamanya aku hidup dipenjara, sampai-sampai penjara itu sendiri menjadi hidupku, dan aku tidak tahu apa yang hendak aku lakukan setelah ‘kebebasan’ memisahkan ku darinya.

Sementara di sisi lain, aku sendiri sadar bahwa aku tidak bisa lari selamanya. Cepat atau lambat, aku harus berbalik dan menghadapinya.

Dan sekarang, pikirku, sudah saatnya aku lawan semua rasa takut itu, sebab aku sudah berada di semester 14 dan sudah tidak punya pilihan lain. Tapi lagi-lagi, ketakutan itu malah menjadi semakin menakutkan.

“REKONSILIASI ASA”

Bukan, ini bukan tulisan penuh dengan kiasan;

Hanya tulisan yang lahir dari akumulasi nestapa

Bentuk perasaan yang mengganjal

Yang rasanya, pesan atau tanya ini memang sepatutnya diutarakan

Jenuh melihat berbagai macam lisan yang mencela

Gundah mendengar penuturan yang tiada lain menuntut perubahan

Bimbang berjalan mencari makna kehidupan serta pengertian

Dan segan yang menyertai karena disalahartikan sebagai sosok fakir belas kasih penuh egosentris

Sejenak berpikirlah,

Tuan dan puan pun tak tahu apa yang telah kami lewati

Bagaimana beratnya membawa batu kehidupan di belakang punggung dan berjalan dengan telapak kaki yang tertancap duri?

Kelak jelaskan,

Kiranya tuan dan puan tau

bagaimana cara bijak menempuh kejamnya 

dunia tengah hari dan prasangka buruk di penghujung hari?

Kelak jabarkan rumus kehidupan 

yang sanggup menyingkirkan egosentrisme;

Jika berdiam menahan amarah penuh lara 

adalah bentuk konkret egoisme diri

Ajarkan kami si mandiri pengemban sedih,

yang katanya tiada pernah korbankan perasaan

Jelaskan pada kami si fakir belas kasih,

yang katanya tiada tahu,

cara menjadi layaknya manusia.

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.