Jika kehidupan diibaratkan sebuah buku, maka cara kita belajar adalah membacanya.
Setiap kata, per kalimat, per paragraf, per halaman, per bab sampai menyelesaikannya di halaman terakhir.
Ada bab yang mudah dipahami, ada yang sebaliknya. Ada kalimat langsung, ada yang bukan.
Ada bagian yang sedih, ada bagian yang bahagia. Ada bagian-bagian yang membuat kita terkejut, ada bagian yang sesuai dengan yang direncanakan.
Ada halaman dimana kita ingin berhenti membacanya, kita jenuh, kita kehilangan arah, kita kehilangan alasan untuk melanjutkan.
Namun, sesaat saat kita melihat ke belakang, ternyata sudah begitu banyak rangkaian cerita yang dilalui, lalu kita kembali bangkit dengan sisa-sisa tenaga, menguatkan hati lalu kembali melangkah.
Ada halaman dimana kita merasa begitu cepat melaluinya bahkan ingin kita ulang, ingin kembali merasakan detik demi detik yang dilalui tanpa ada yang terlewati. tapi mau bagaimana? Keinginan kita untuk mengulang tak cukup besar daripada kekuatan yang menarik kita untuk melangkah maju, melangkah ke halaman selanjutnya.
Dan, ya, tepat seperti buku. Ada yang tebal, ada yang tipis.
Ada orang yang berumur panjang, ada yang berumur singkat.
____
Buku.
Jika hidup ibarat buku, sudah dihalaman manakah kamu?
Sudahkah kamu belajar dari langkah-langkah yang kamu lewati di setiap halamannya?
Buku.
Jika hidup ibarat buku, adakah sesuatu yang bisa kamu persembahkan untuk pembacamu? Atau hanya sekedar dipajang di rak buku? Berdebu, kusam, lalu dilenyapkan.
Buku.
Jika hidup ibarat buku, buku apakah kamu?