“REKONSILIASI ASA”

Bukan, ini bukan tulisan penuh dengan kiasan;

Hanya tulisan yang lahir dari akumulasi nestapa

Bentuk perasaan yang mengganjal

Yang rasanya, pesan atau tanya ini memang sepatutnya diutarakan

Jenuh melihat berbagai macam lisan yang mencela

Gundah mendengar penuturan yang tiada lain menuntut perubahan

Bimbang berjalan mencari makna kehidupan serta pengertian

Dan segan yang menyertai karena disalahartikan sebagai sosok fakir belas kasih penuh egosentris

Sejenak berpikirlah,

Tuan dan puan pun tak tahu apa yang telah kami lewati

Bagaimana beratnya membawa batu kehidupan di belakang punggung dan berjalan dengan telapak kaki yang tertancap duri?

Kelak jelaskan,

Kiranya tuan dan puan tau

bagaimana cara bijak menempuh kejamnya 

dunia tengah hari dan prasangka buruk di penghujung hari?

Kelak jabarkan rumus kehidupan 

yang sanggup menyingkirkan egosentrisme;

Jika berdiam menahan amarah penuh lara 

adalah bentuk konkret egoisme diri

Ajarkan kami si mandiri pengemban sedih,

yang katanya tiada pernah korbankan perasaan

Jelaskan pada kami si fakir belas kasih,

yang katanya tiada tahu,

cara menjadi layaknya manusia.

Tinggalkan komentar